Nasib Guru Bantu

Guru adalah profesi yang sangat mulia, guru di sebut juga pahlawan tanpa tanda jasa.Dengan jasa-jasanya guru mencerdaskan suatu bangsa, menjadikan generasi penerus bangsa pandai dan cerdas.Pengabdian yang telah di lakukan seorang guru bantu selama bertahun-tahun tidak sepadan dengan penghargaan yang mereka peroleh.

Cerita tentang nasib guru bantu, baik di Ibu Kota Jakarta maupun di daerah-daerah, selalu saja tidak mengenakkan. Di daerah-daerah, banyak guru bantu yang sudah mengabdi di dunia pendidikan selama bertahun-tahun. Bahkan ada yang belasan tahun (seperti kita baca di koran) posisinya masih juga tidak jelas.

Mereka tidak bisa segera diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), dengan alasan yang tidak terlalu jelas. Sudah dalam kondisi begitu pun, honornya yang relatif kecil itu sering terlambat datang. Lebih miris lagi, adalah ada yang honornya “dipotong” oleh oknum aparat di instansi tersebut, alasannya untuk keperluan ini dan itu.

Meski demikian, mereka toh tetap setia menjalankan tugas panggilannya di dunia pendidikan (mengajar), turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, sampai kapan mereka terus-menerus harus bersabar? Kapan mereka segera diangkat menjadi CPNS, sebagai abdi negara?
Itu ternyata tidak hanya terjadi di daerah-daerah. Di Ibu Kota Jakarta pun, konon tak kurang dari 6000 guru bantu yang juga tidak kenal lelah memperjuangkan nasibnya. Bahkan, dari jumlah itu, banyak di antaranya yang sudah belasan tahun tetap saja masih sebagai guru bantu. Mereka tidak pernah berhenti berharap. Mereka terus menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo segera mengangkat statusnya menjadi CPNS.

Untuk menuntut peningkatan status kepegawaiannya itu bahkan mereka sampai-sampai menggelar aksi Demo di depan Balai Kota, dengan membawa berbagai macam spanduk , triakan penuntutan hak.,Pada era reformasi ini, semua kita (termasuk guru bantu) punya hak untuk menyatakan pendapat dan harapannya, termasuk melalui aksi demo. Mudah-mudahan orang-orang yang di atas (wakil rakyat) mau mendengar , memperhatikan dan memperjuangkan nasib mereka.

Masih soal guru, Sempat saya baca di koran juga diberitakan bahwa adanya guru-guru dan karyawan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta yang mengadakan tamasya ke luar negri yaitu ke Singapura dan Batam.Hal ini sangat bertolak belakang dengan nasib guru bantu.

Banyak sekali bahkan ribuah guru bantu yang nasibnya belum jelas, namun di pihak lain ada guru-guru yang begitu makmur hingga bisa pergi bertamasya ke luar negeri.Bisa di ibaratkan yang kelompok kecilmakan keju dan yang kelompok besar makan singkong.

Kalau berita di Koran yang saya baca itu benar, di manakah hati nurani Anda, wahai Bapak-Ibu Guru? Tega betul Anda pergi bertamasya ke luar negeri, sementara di sekolah Anda sendiri ada siswa yang karena belum melunasi angsuran uang sekolah , rapornya masih ditahan pihak sekolah. Tidak malukah Anda bertamasya ke luar negeri ??, sementara ribuah guru bantu di seluruh Negeri ini nasibnya tidak jelas?

Memang, bertamasya ke luar negeri, siapa pun boleh, termasuk para guru. Namun, kalau dana yang dipakai untuk tamasya itu hasil dari “bisnis” di dunia pendidikan (sudah bukan berita baru lagi bahwa biaya pendidikan di zaman ini sungguh mencekik leher masyarakat khususnya rakyat kecil), menurut saya itu tidak etis.

Saya berharap dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar nasib para guru bantu bisa berubah, dan cepat di angkat menjadi CPNS bahkan PNS. Agar mereka bisa merubah nasib dan memperbaiki kesejahtraan hidup mereka.Pesan pada orang yang di atas “Para wakil Rakyat” Agar senantiasa bisa memperjuangkan para guru bantu yang ada sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: